APA KABAR HATI?

Maka kusapa karunia itu sekali lagi dan sekali lagi. Apa kabar, wahai hati? Bagaimana sejatinya keadaanku?

Apa yang berarti pada irisan sekeping hati? Saat hati yang terkatung-katung dalam urusan duniawi ini merindui-Mu. Merasa terkapar, ingin segera berlari untuk terus kembali. Dan pada genangan tanah-tanah basah yang baru usai dibasuh hujan tadi siang telah kutumpah semua rasaku pada-Mu. Resah yang beberapa hari terasa membelenggku.

Kau segala asaku saat semua di sekeliling tak lagi menanam bibit-bibit percaya. Kau segala tatap saat yang lain menjauh dan tak sejenak pun memandang untuk sekadar menyapa hari-hari yang dipagut sepi. Kau adalah mata meski semua seolah mendadak buta saat getar-getar salah diri memenuhi rongga-rongga jiwa.

Dalam baris-baris doa usai lima waktu itu beradu, mendamba secuil perhatian untuk Kau sapa di sepertiga malam terakhir adalah selalu jadi pintaku. Berkali-kali diri ini terus gelisah. Siapakah aku di hadapan-Mu? Baikkah aku dalam kaca pandang-Mu? Layakkah aku menjumpa wajah-Mu di surga-Mu? Lalu kudapati diri ini menangis tersedu-sedan sebab teringat betapa banyak genangan dosa di lautan hidupku.

Terima kasih untuk selalu ada. Terima kasih untuk terus percaya. Terima kasih atas bimbingan yang tiada henti-hentinya. Tanpa-Mu, bahwa aku takkan ada.
‪#‎VadenfahRerisla‬
‪#‎DOORChallenge‬
‪#‎MultiPotMagneticWriter‬
‪#‎Mis999Karya‬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s