Butterfly Spark in Our Heart

 

Korea, 01 Oktober 2015

Sampai di rumah, saya senyam-senyum sendiri saja. Merangkul kabar terbaru yang bikin bahagia. Merasakan sparks yang bergetar dalam dada. Kabar positif dari Rab Sang Empunya alam semesta. Bahwa doa saya dikabulkan Allah. Bahwa di sisi yang sama juga doa saya tidak dikabulkan Allah.

Tentang salah satu teman guru yang  lolos seleksi bantuan beasiswa S2 untuk guru SMP di UGM. Hanya beliau yang lolos keempat peserta guru lainnya yang mendaftar seleksi termasuk saya. Terima kasih, Allah. Berarti program beasiswa untuk universitas di Indonesia yang saya ikuti dalam hal ini di UPI tidak cocok untuk saya. Saya terlalu berharga untuk hanya S2 di UPI. Allah yang Mahaindah segala rencana-Mu, saya yakin pastilah Engkau telah memilihkan universitas terbaik untuk aku menuntut ilmu sekaligus mengabdikan diri. Universitas terbaik di luar negeri juga tak apa jika itu sudah Kau persiapkan sebagai hadiah istimewa untuk secuil kebaikan yang hamba punya… Da saya mah apa atuh tanpa-Mu, hilang segala arah dan ripuh laku. Pokoknya, saya pada-Mu. Saya pasrahkan dan percayakan sepenuhnya alur dan cita-cita hidup hamba pada kemahakuasaan Engkau. Engkaulah sebaik-baik penolong dan pengabul doa. Maka izinkanlah saya sekarang ini untuk berdoa keada-Mu, mengumandangkan doa ajaib nabi Musa as. Ya Allah, sungguh saya sangat membutuhkan semua kebaikan yang Engkau punyai.

Alhamdulillah, efek Butterfly Sparks semakin menggandrungi hati saya. Ini juga saat menulis bibir saya terus mengembangkan layar senyum pada kedua pipi. Saya juga tidak tahu kenapa pada pagi dan siang hari sebelum mendapati kabar itu, tertarik untuk memajang status di BBM. Kata saya pagi tadi di dinding status memang agak cukup saya rasakan aneh setelah saya renungi ulang, “Ya Allah, alhamdulillah. Hari-hari saya bahagia sekali. Indaah…” Padahal, sungguh beberapa hari ini semenjak bulan sabit merah datang tanpa diundang, setelah demam pagi-pagi panas dingin tanpa nyana, setelah blank thinking, dan otak berasa renyek seperti usai dinjak-injak, dan diajak bicara sukar sekali terkoneksi saya merasa harus merasakan reframing mindset gila-gilaan. Saya merasa bertanggung jawab untuk bisa menggaungkannya sebaik mungkin. Sesering mungkin. Alam bawah sadar saya sangat membutuhkan bimbingan terbaik dari alam sadar saya. Dan perjuangan ini membuahkan hasil. Kebahagian dan pikiran positif terus merayapi dinding hati saya. Ada getar bahagia yang terus memuncak, ada jengkal-jengkal ceria yang menapak, banyak padang harapan yang semula tersembunyi mulai kian menyembul satu per satu. Dan saya rasakan kian hari kian tampak nyata. Padang kesuksesan saya, yang kita tanam bersama-sama. Saya tidak tahu dengan pasti kita yang saya bicarakan di sini siapa, tapi jauh di dalam hati keinginan saya begiu besar untuk membangun kesuksesan itu bersama-sama dalam penuh rasa bahagia. Bahagia karena kita punya Allah yang selalu bisa diandalkan, yang Maha bisa dipercaya. Yang dengan-Nya, kita bisa saling percaya satu sama lain.

Atas nama-Nya. Dalam getar butterfly sparks in our heart.

Salam sparkle!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s