Aargh! Aku Mau Cerita…

Tadi aku diberi videonya Fahd Djibran yang berjudul Azalea dari potongan novel “Menatap Punggung Muhammad”. Lil Cinta yang memberikannya untukku. Alasannya Brother begitu menyukainya dan katanya video itu bagus banget. Sangat cocok untukku. “Kisah cintamu banget, Cin…” begitu katanya.

Aku bandel. Tanpa bertanya dulu itu tentang apa dan dari mana, langsung semangat saja aku menontonnya. Awalnya, aku begitu menanam mindset kalau Azalea yang dimaksud adalah semacam puisi Azalea yang pernah kudapat langsung dari Profesor Google. Dan itu tentang bunga—murni tentang bunga yang begitu disukai pemiliknya. Alhasil, prediksiku tidak hanya meleset, tapi juga salah besar! Hatiku meringis.

Azalea yang kudapati tadi…. Mellow. Galau. Efeknya sedikit buruk untuk hatiku. Aku jadi suka terbawa hanyut dan menangis Bombai. Mmh, itulah yang selama ini selalu menjadi alasan terkuatku menjaga diri untuk tidak melihat atu mendengar video-video atau lagu-lagu mellow. Bahkan sejak dari Aliyah dulu karena aku begitu menyadari sekaligus merasakan efeknya. Mudah tersentuh dan gampang menangis lalu terbawa sedih, tak hilang-hilang.

Terlebih, efek video Fahd Djibran tentang Azalea tadi. Terlebih lagi, rupanya setelah penasaran yang sangat dan aku konfirmasi itu adalah video yang didapat Brother darimu. Deg! Yang terjadi denganku saat mendengar itu darimu adalah raut wajahku yang aku yakini lantas menjadi berubah. Nada yang keluar dari laring-laring suaraku pun menjadi sedikit memuram menjadi pelan. Meskipun ada sisi lain hatiku yang terlonjak-lonjak kegirangan begitu tahu itu darimu. Tapi, aku sangat takut menanamkan kecemburuan yang mendalam. Takut rasaku padamu melebihi rasaku pada-Nya… Kerinduan-kerinduan akhir-akhir ini saja sudah membuat aku hampir ‘gila’. Lalu bagaimana mungkin aku menjadi begitu berani dan tak tahu malu menikmati video kirimanmu itu? Aku sangat terkejut dengan spontan di kantor saat transaksi jual-beli modem dengan Bapak Wakasek Kesiswaan—atasanku. Serta-merta aku berusaha menetralkan perasaanku sendiri saat berbicara blak-blakan pada Brother yang kebetulan meledekiku karena mempunyai modem baru. Namun, fakta bahwa derajat kerinduan itu kian bertambah, itulah yang akhirnya tak bisa aku cegah.

Kamu tahu? Aku bahkan ingin menjauhimu, sejauh mungkin aku bisa. Tapi kenapa alam, realita, dan kenangan-kenangan seperti menarikku untuk tetap bertahan dan kembali. Ada lima alasan ‘gila’ yang oooh, Mon Dieu! Il ya long temp que je ne le puvais pas conaitre beaucoup… Satu, tidak ada yang melebihi matamu. Dua, semakin kau mengabaikan aku, semakin aku merasa nyaman denganmu. Ini yang harus segera kuketahui jawabannya kenapa? Tiga, rasa hati ini tak pernah berkurang, bahkan selalu bertambah. Empat, jarak kita yang jauh harusnya membuatku mudah sekali untuk merasa jauh darimu. Namun sebaliknya, seperti ada yang mengikat hati dan perasaan ini. Kamu bahkan terasa selalu dekat di sini. Lima, aku bahkan tidak bisa berhenti mendoakanmu. Itu sudah aku lakukan dari dulu. Semenjak kepergianmu beberapa tahun lalu yang tanpa pamit kepadaku dan aku menangis. Aku tidak tahu kenapa harus merasa sedih dan tiba-tiba menangis waktu itu, aku hanya merasa tidak nyaman saja kamu pergi sangat jauh. Aku merasa takut kamu melupakan aku dan bertemu perempuan yang lain di sana. Dan itu akan sangat menyebalkan. Tapi aku pangkas kejam-kejam pikiran itu. Aku bahkan tak mau lagi memikirkannya. Itu pikiran negatif, tidak layak menghuni otak, hati, pikiran, dan perasaanku.

Terima kasih sudah membuat aku menangis waktu itu. Aku tidak tahu, aku harus mengatakan dan menulis apa lagi.

Sekarang, bagaimana caranya agar aku tak menjadi seperti Azalea? Aku tidak mau seperti Azalea! Cuma sebatas dikagumi, diamati dari jauh, ditinggalkan terus jadi kenangan… Begitu doang?! Aku gak mau seperti itu! Pedih banget, ampuuun….

Dan setelah aku menyaksikan rekam baca video Azalea tadi pagi, sampai sekarang yang ada di otakku cuma satu. Bagaimana membuat semua mimpiku menjadi nyata? Bagaimana  aku membuat semua detil mimpi indahku menjadi nyata, itu yang kini sedang dan terus aku lakukan. Aku akan menjadi pemimpi sejati. Bermimpi dan mewujudkan satu persatu dari semua mimpiku yang ada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s