Puncaaak…. I’ll come

Liburan ke puncak adalah tujuan yang betul-betul saya dambakan dari dulu. Tapi ngapain ya kalau liburan doang tanpa sebuah kegiatan berarti? Mengingat saya orang yang tidak suka diam, kalau sekadar santai doang, nanti bukan malah liburan terkesan menyenangkan melainkan membosankan…

“Rasanya pengen banget liburan ya? Pergi ke tempat mana gitulah yang jauh, tapi memacu penasaran plus adrenalin?” ungkap saya kemudian.
Teman saya menanggapi dengan celetukan ringan. Iya, ini adalah sepintas obrolan kami berdua saat berboncengan motor bersama.

Ketika saya bilang merindukan puncak, dia mengklaim saya ekstrim. Kenapa? Saya toh hanya menyenangi jalan menuju kesana yang berliku-liku, suasana sejuk, dan kebun teh yang alamak harum banget. Epic banget kan, saya…. Hahha. *_^

Betul memang. Tampaknya kami berdua membutuhkan refreshing. Dan betul sekali ungkapan bahwa manusia meminta, Allah mengabulkan. Ketika saya bilang mau ke Puncak, ujug-ujug saya mendapat surat dari Dinas Karawang. Undangan untuk menghadiri Seminar Lokakarya Nasional di Puncak pada tanggal 20-25 Oktober 2014 pekan depan. Hei, pesertanya terbatas, lho! Hanya 60 orang untuk guru seantero Indonesia. Ahai bangetlah, alhmadulillah tingkat Seiya.

Advertisements