Fyuuh

Kasihan banget Appa-ku. Kesal benar deh dengan orang-orang itu. Selalu minta diperhatikan oleh Appa dan keluargaku, tapi kelakukan mereka itu tidak ada sopan santunnya banget kepada orang yang lebih tua. Paling tidak, mengucapi selamat lebaran dulu kek sebelum minta Appa datang ke rumah mereka. Suka greget deh, yang diharapkan pasti uang minimal setengah jutaan gembolan Appa. Buktinya saja, kalau Appa gak kesana aja, gak menyapa sama sekali. Kacang kok lupa sama kulit. Giliran anaknya mau menikah saja, baru meminta datang. Tanpa berbasa-basi sopan santun lagi. 

Aku jadi kepikiran, untuk oang-orang tak tahu diri macam begini, gak usah diurusi. Cuekin abis saja sama seperti cara mereka. Biar tahu rasa. Awalnya, aku masih akan memberi saran, gunakan cara lembut. Tapi bahkan di dunia ini ada orang-orang yang memang tak tahu berterima kasih, jadi kasih pelajaran saja. Biar kapok sekalian. Iiih, jahat gak sih aku, Ya Allah. Tapi benerran meradang aku. Benar-benar menyakiti dan tidak menghargai perasaan Appa dan Momy.

“Kataku sesekali kita kasih pelajaran juga. Gak usah dibalas. Gak usah datang. Gak usah kasih tahu Appa juga kalau orang-orang tidak penting itu SMS. Kelewatan!” tandasku.

“Bilangin juga ke Appa. Kalau mereka mau kita hargai dan kita perhatikan, hargai dan perhatian juga sama perasaan istriku, orang  yang lebih tua dari kalian-kalian gitu. Jangan bersikap seenaknya. Momy nurut saja sama Appa, kali ini tidak usah sama sekali diurusi SMS-SMS itu…”

Meradang nih hatiku.

Dan setelah aku pikir-pikir, sebaiknya tetap datang ke nikahan anaknya saja. Kan, manis dan lucu deh kayaknya, kalau aku dan Appa datang ke nikahan sambil bawa uang kurang lebih satu jutaan, terus aku bawa bingkisan kado. Isi kado itu B.O.M, jadi pas dibuka kan sekalian biar buat ngacak-acak acara pernikahannya. Hahha. Hangus semua tuh orang-orang di situ. 😛

Astaghfirullah… Gak boleh… Gak boleh… Orang tuaku aja sabar banget menghadapi mereka, berarti aku harus sabar karena-Mu, Ya Allah. Tolonglah, bantu bersihkan hati dan pikiranku… T_T

 

Advertisements

Lunafly – How nice Would it be

Saat aku melihat langit seperti langit hari ini
Saat angin berhembus seperti hari ini
Hatiku seakan terus ditekan
untuk mengangkat kepala

Seisi Dunia menyadarkanku
Bahkan temanku ribut
mengatakan kau dan aku
terlihat baik jika bersama

Aku ingin terbang jauh (Aku ingin bersamamu)
Dan aku bermimpi lagi (Aku ingin bersamamu)
Aku sungguh tidak berharap apapun
Aku hanya menyukaimu
Tapi aku tetap menjadikan harapanku

Makan siang denganmu
Menemukan cafe yang menyenangkan dengan cahaya matahari
Berbicara ini-itu dan tertawa
Berjalan di jalan dengan matahari terbenam
Mengucapkan selamat tinggal didepan rumahmu
Betapa itu akan sangat menyenangkan

Kata-kataku yang kikuk
Membuktikan bahwa aku menyukaimu
Apakah aku terlihat gugup sekarang?
Lalu akankah kau memegang tanganku?

Aku ingin terbang jauh (Aku ingin bersamamu)
Dan aku bermimpi lagi (Aku ingin bersamamu)
Kau selalu ada di imajinasiku
Aku selalu bertemu denganmu di mimpiku
dan kau berjalan denganku di jalan ini

Makan siang denganmu
Menemukan cafe yang menyenangkan dengan cahaya matahari
Berbicara ini-itu dan tertawa
Berjalan di jalan dengan matahari terbenam
Mengucapkan selamat tinggal didepan rumahmu

Apa yang harus aku katakan?
Haruskah aku mengatakannya sekarang?
Akankah kau juga mengatakannya?
Akankah kau mengatakannya padaku?
Kata-kata yang tidak terucap
Kata-kata seperti ‘Aku mencintaimu’
Itu mungkin terlihat terlalu cepat, tapi itulah yang kurasakan

Makan malam denganmu
Menemukan tempat dengan matahari tenggelam yang indah
Bicara ini-itu dan berbagi ciuman
Menemukan tempat untuk perjalanan bersama
Berbagi cinta ini denganmu selamanya
Aku ingin bersamamu