Candu

Tanah Jurai, 01 Juli 2014

Kamu mau mendengarkan aku, kan?

Aku kasih tahu kamu deh ya, Herbst… Kalau punya hape, gadget, smart phone atau android canggih, kamu harus bisa tegas banget dalam pemakaiannya. Maksudnya? Terutama ketika kamu punya keponakan, saudara, atau sepupu segede tuyul yang gemar banget mengotak-atik komponen game yang ada di dalamnya. Jika tuyul-tuyul kecil yang gila banget game itu sekali saja menyentuh teknologi komunikasi punyamu yang canggih itu, dijamin besok, besok, dan besoknya lagi mereka itu bakalan datang terus kepadamu. Mereka akan merajuk padamu untuk bisa bermain satu hal, kemudian dua hal, lama-lama semua hal tentang game yang bertengger di smart phone-mu itu. Itu semua sudah seperti candu.

Dan aku adalah korban. Korban peminjaman sih syukurnya, bukan korban pemakaian. Sampai-sampai, aku ketiban ledekan adik-adikku yang sudah kuliah kuliah dan kerja, “Makanya Mbak, suruh siapalah kamu punya hape android yang canggih-canggih amat kayak gitu…”
Asem banget bin nyebelin kan. Tapi bukan adik-adikku yang menjadikanku korban, melainkan sepupuku. Dua sepupu yang seharian itu bisa sampai tiga kali datang ke rumah. Bayangkan saja, dari tanggal 26 Juli 2014 sampai hari ini 01 Agustus 2014 coba. Hanya karena terbayang-bayang terus bisa memainkan game-game yang ada dalam android-ku. Itu juga atas penuturan dari ortu kedua pihak masing-masing. Hufht…

Aku sih gak masalah dengan main dan memainkan aplikasi game itu. Tapi kan kalau 2 orang memainkan dengan waktu kunjung 3 kali sehari berarti bisa 6 kali sampai 9 kali dalam memainkannya. Masa’ iya, sehari itu aku harus menge-charge sebanyak 3-4 kali buat android yang baru resmi bersamaku dua bulanan ini. Dan waktu memainkannya itu lho yang bikin aku meradang. Sampai-sampai aku tegas-tegasan main waktu. Panasnya beuh android itu kalau terlau sering dimainkan, kan kasihan itu perjuangan banget dari usaha menabung tiga bulan lho…

Aih. Padahal, gak pernah bermimpi mau punya android canggih kayak begini sih. Aku senang sama Winter-ku, si hitam sendu yang suka bikin kangen. Kalau tidak ada kecelakaan card nomor Winter-ku yang unreadable waktu perpisahan 01 Juni 2014 lalu, tampaknya aku gak akan sama sekali kepikiran buat beli HP baru. Target kan buat beli DSLR merah keren inceran itu… Cuma ya… Secara dua minggu, aku gak bisa ngapa-ngapain dengan orang-orang yang menghubungiku. Kalau penting, pan kasihan. Kasihan juga mereka yang merindukan aku… wokwokwok… “_^

Herbst… Ngomong-ngomong, kadang-kadang, aku suka seneng juga kalau melihat tuylu-tuyul sepupu yang kecil-kecil itu pada menjerit kesenangan karena memenangkan game yang mereka gandrungi. Hal-hal beginian yang gak kalah bikin kangen dan menggeserkan ketegasan. Memang, kita harus lebih cerdas dari tuyul-tuyul alias cempe-cempe kecil itu sih… itulah pentingnya Smart Parenting sejak dini! Lho?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s