Farrago!

  Image                                                                                                                                                   These are kinds of farrago! Did you ever know about this vocabularry?

Oke, saya akan mulai untuk memperkenalkannya ya. Kata unik bernama farrago ini secara tiba-tiba, saya dapatkan saat sedang belajar Bahasa Inggris online beberapa malam lalu. Tujuannya sih sederhana, sesederhana hujan yang airnya tertabur di atas atap rumah saya. Agar ketika mendapat giliran English Fun Learning Programme pada hari Jumat atau saat dikenai tembakan sebagai pemateri dadakan di sekolah (replace someone, maybe…), saya sudah siap-siap dari sekarang. Maklum, perbendaharaan kata dan kalimat Bahasa Inggris saya masih harus selalu disempurnakan. Dan selalu butuh perjuangan dua kali lebih banyak dari teman-teman guru lainnya. Karena saya sangat suka banyak belajar, apalagi membaca. “_^

Betul-betul sudah campur aduk, kan penjelasan saya di atas? Campur aduk! Mulai yang ada di pikiran, kecamuk perasaan, gejolak kehidupan, lhah pokoknya tentang semua yang terjadi di sekitar kita yang bertumpuk, bersisian, dan berjejalan jadi satu. Kalau kata orang Jawa, pokoke wes koyo gudangan… Atau seumpama makan pakai urap, semua jenis sayuran digabungkan jadi satu… Nah, hal tersebutlah yang dinamakan farrago.

Mau tahu apa yang berikutnya akan saya kemukakan tentang farrago ini?  Si farrago yang memang sudah far ago… Berikut ini adalah beberapa cuplikan singkatnya.

#Sudah nyaris tiga bulan, tak ada jawaban, Kawan. Baguslah, saya sarankan agar dirimu benar-benar bisa langsung tarik bunyi petasan. Prang! Prang! Prang! Dan ini sesungguhnya bunyi piring yang melayang untuk semua hal menggantung itu. Aku yang membantumu, for breaking your wasting time…

#Untuk semua hal yang menggantung diselesaikan secara hukum itu, kini mengenai suamimu lagi… Sahabatku, ingin rasanya kedua tangan ini menangkupmu, memeluk erat tubuhmu, menyibak leleran air mata yang terus merembesi pipimu. Sementara, ragamu nun jauh di sana… kini aku hanya bisa meraba alur gelisahmu lewat status FB-mu yang berbicara rengsa. Menyapamu di balik suara telefon, menanyai uang belanjamu masih cukup atau tidak, atau menjadi sungai tempat semua keluh kesahmu bermuara. Cukup hanya suamimu saja yang diperlakukan tak adil dan masuk penjara, Sayang. Dan hati juga perasaanmu tak perlulah terpenjara saat bersamaku. Ceritakanlah segalanya dan aku akan berusaha menyimak baris demi baris tutur katamu. Aku sahabatmu…

#Sahabat yang satu ini bisa disebut Mbakyu Teteh. Dia meminta diingatkan untuk bisa berbicara panjang-lebar pada saya bagi-pagi ini. Dia yang menelfon, malah dia meminta saya bercerita ini itu tentang apa saja yang saya alami beberapa bulan ini… Membayangkan, hatinya begitu berharap bisa menyimak tawa canda dan untai cerita saya, membuat saya malu sendiri. Saya ingat perjalanan malam kami ke Kebumen—perjalanan pertama saya berkereta. Perjalanan hatinya yang terhempas gelombang cinta. Pernikahannya yang kandas, tapi tabahnya menyikapi kepahitan dunia begitu patut diacungi jempol. Saya tak bisa mengatakan apa-apa lagi.

#Tak bisa mengatakan apa-apalagi saat beberapa SMS tandang, mengucapi selamat berkah atas pernikahan. Itu gosip dari siapa ya? Aah, ubah… ubah kalimatnya menjadi lebih positif. Doa baik, lumayan. Malah ada yang bertanya momongan juga. Sudah isilah, inilah… itulah. Cuma bisa tersenyum bungkam. Memendam sejuta harapan, nanti tunggu sembilan tahun lagi. “_^ Coba punya cincin ajaib yang bisa membersihkan nama baik ini…

#Dan cincin ajaib ini bermerek Pearl Lombok. Cincin berwarna semu pink ini hadiah dari ketua yayasan di sekolah. Pengorbanan welas asih beliau untuk memberikan kenang-kenangan cincin ini mengundang sebongkah keanehan tersendiri. Coba ya, baru beberapa hari lalu berharap halus begini di hati, “Kapan ya, bisa mengenakan cincin yang elegan di jari?” Eeh, ujug-ujug pas mau mengajar dipanggil seorang guru senior lalu tanpa dinyana dipersilakan memilih cincin. Allah memang selalu Mahaunik dengan segala cara-Nya. Saya terpana oleh perasaan nostalgic saya sendiri beberapa hari sebelumnya.

#Beberapa hari sebelumnya, seorang Ustad dengan putri kecilnya yang menggemaskan dan imut-imut, sempat bertanya pada saya. “Apakah gerangan yang membuat Bu Eva selalu tampak bahagia akhir-akhir ini? Terasanya bahagia sekali…” Kata beliau, wajah saya tampak memancarkan aura bahagia dan cahaya kabar baik. Belum juga sempat saya jawab dengan sepatah kata pun, rentetan pernyataan beliau sudah lagi-lagi mendoakan banyak kebaikan juga kebahagiaan agar mengaliri hidup saya… Beliau memang seorang penasihat tahfizh untuk saya.

#Untuk saya suratnya? Masa sih… Sungguh, saya tak menyangka kalau prediksi AM–asisten saya—itu ternyata benar. Bahwa hari itu juga saya pasti akan mendapatkan surat dari seseorang. Yang saya sesali adalah saya malah melempari sang pemberi surat itu dengan tip-X, milik orang lain pula tip-X itu… L Jika saya tahu pada saat yang bersamaan bahwa surat seseorang itu—yang menjadi alasannya tak mau langsung diberikan pada saya—saat itu juga saya akan langsung mengucapkan terima kasih padanya tanpa ragu-ragu. Sayangnya, lemparan sudah mendarat tepat di dadanya dan saya baru tahu ketika sorenya. Bahwa suratnya dialamatkan pada saya. And I trust him… Malaikat Penghibur Hati saya.

Deg! Baiklah, Farrago saya ini harus berhenti karena ada yang mendadak berlompatan secara aneh di hati saya…

Saat saya bertanya apakah seseorang di seberang sana sudah makan dan jawabannya sedang makan, di saat yang sama pula saya sedang makan (saya terkejut dan tidak berani mengatakan hal yang sama ini padanya. Hanya berani bilang sudah. Hmm, banyak sekali dalam diri kami yang sama, rupanya… Dan hal ini seringkali terjadi. Lalu terekam ingatan, 6 rakaat salat dhuha kami yang di pagi hari tadi juga sama jumlahnya…

Ya Allah, semoga bisa sama-sama bercita tinggi, saling menginspirasi, saling menyempurnakan, dan saling menyeimbangkan…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s