Move So Pretty To Be Closed

Lk
Karawang, 25 November 2013
Aku memejamkan kedua mata. Menikmati alunan angin yang berhembus halus menerpa wajah. Meresapi kabar yang aku dengar beberapa menit, sesaat menjelang waktu Ashar. Aku tersenyum. Pelangi terbalik terpampang di depanku. Manisnya buah pisang yang melengkung matang itu terasa benar di dalam laring tenggorokku. Senyum yang lebar. Ya, aku merasa bahagia.

Aku menyapa anak-anak yang tengah bermain-main di depan pelataran kosan. Senyum pada anak pertama, si jangkung, wajahnya datar. Senyum pada anak kedua si chubby, wajahnya mengerucut penuh serius. Mungkin, karena efek mukanya belepotan dengan warna tanah yang kecoklatan. Senyum pada anak ketiga, si kecil, ooh aku dicueki habis-habisan toh. Wajah mungilnya langsung melengos. Terakhir, senyum pada si pemalu, wajahnya tersenyum cerah menyambut sapaan layar terkembangku. Aah, anak ibu kosan memang selalu lebih santun dan ramah. Frame ini selalu saja tertanam dari sejak dua tahun lalu bertemu. Hmm, ya jauh dari apa pun yang terjadi hari ini, Allah selalu Mahakeren mengatur segalanya terjadi. Dengan sangat indah. Upacara PGRI yang fast & Funny, tampilan pentas seni “Cinta Guru” dari anak-anak didikku yang lugu-lugu, kabar dari telefon, dan obrolan masa depan dengan guru-guru sesaat sebelum pulang tadi.

Finally… Be thanks full in every single time… Trust to my heart that I’m lucky in every condition. I’m the lucky one because of Allah’s hand to do. He always knows how long I take waiting for a love like this. Truely, I learn to move so pretty to be closed with Him.

1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s