If Only, You Knew…

Kamis, 14 November 2013

Kasihan banget Momy-ku. Mukanya tampak pasi, badanya semakin kurus, dan fisiknya sangat lemas. Kabarnya, selama lima hari kemarin Momy sakit sesak nafas dan rasanya hidupnya sudah tak lama lagi. Makanya, setiap malam selalu mengigau minta tolong dipanggilkan nenek dan ingin semua anaknya kumpul. Bahkan, sempat karena sudah tidak kuat menahan sakit di dadanya, Momy minta Appa supaya meyasinkannya saja. Sedih banget mendengarnya.

Di sela-sela, aku berbaring di sampingnya. Aku menceritakan semua hal tentang sekolahku. Soal penghargaan yang aku terima dua bulan berturut-turut ini, soal siswa-siswiku juga soal guru-guru di sekolah yang dulunya hanya bisa aku ceritakan saja, kini bisa sambil aku tunjukan fotonya satu per satu. Semua hal-hal indah dan lucu-lucu di sekolah aku ceritakan. Aku tontonkan juga videoku ketika berbicara di Pelatihan Slim & Close, aku putarkan video pembelajaran drama anak-anakku. Pokoknya, hari ini penuh dengan sesuatu yang menggembirakan. Apalagi, ketika iseng-iseng aku tanya begini,

“Mom, kok sabun mandi botol ungu yang aku bawa lebaran kemarin, masih banyak. Gak dipake kah buat mandi?”

“Yang mana? Botol ungu besar itu? Itu sabun apa shampo tho?”

“Haah, yang bener aja, Mom. Itu kan sabun mandi, bukan shampo…” aku berteriak geli.

“Pantas, udah Mamak pake keramas beberapa kali, tapi kok rambut jadi aneh ya?”

“Ya ampuun… Padahal kan, ada bacaannya ya: BIORE. Itu sabun mandi…” terangku. 

Aku, Momy, dan Appa pun tertawa berbarengan.

Image

If only, you knew Mom…

Aku ingin selalu ada untuk Momy dan selalu bisa membahagiakannya. Momy akhirnya, bisa tersenyum lebar sedikit-sedikit, wajahnya mulai agak cerah, dan tawanya mulai terdengar.

Miss your energy, Mom

Meski ya memang benar kata banyak orang… Kalau seorang ibu sakit, wah keadaan rumah agak sedikit kacau. Ya, hmm masakan terasa hambar bagaimana begitu. Kondisi rumah lumayan berantakan. Lantai keramik yang biasanya kinclong jadi penuh debu, sawang-sawang di rumah wow indaahlah pokoknya—hehe, maksudku kebalikannya. Appa juga wajahnya tampak lelah. Mungkin, beberapa hari ini turut begadang juga selama menunggui Momy sakit.

Ya Allah… sembuhkanlah Momy-ku. Anugerahkanlah kesehatan terbaik untuk Momy dan Appaku juga aku dan kedua adikku. Jadikanlah aku dan setiap kepulanganku sebagaimana doa indah Momy-ku: membawa berkah, kebahagiaan, dan keajaiban untuk keluargaku, khususnya kedua orang tuaku terutama Momy-ku. Aku berharap setingi-tingginya hanya kepada-Mu, Ya Rahman. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s