Doaku Untukku & Untukmu, Wahai Kekasih…

Suatu hari akan ada seorang wanita yang membuatmu nyaman berdekatan dengannya. Yang membuatmu menjadikannya satu2nya pusat perhatianmu. Satu-satunya yang paling ingin kau pandangi wajahnya. Satu-satunya yang paling ingin kau dengar suaranya. Satu-satunya yang paling ingin kau temui seusai bekerja. Yang selalu kau selipkan namanya dalam setiap doamu. Yang tak kau biarkan air mata kesedihan menetes di pipinya. Wanita yang ketika kau makan siang, hatimu bertanya-tanya, “Apakah pujaan hatiku sudah makan?”
Ketika ponselmu mati, hatimu gundah takut wanitamu tidak bisa menghubungi. Ketika ia tidur di pelukanmu, tak henti-hentinya kau berucap syukur Allah menganugerahkan bidadari-Nya kepadamu. Ketika subuh berkumandang, engkau kecup keningnya dan berbisik, “Bidadariku, ayo kita salat berjamaah…” Ketika ia sibuk di dapur kau berkata, “Aku bisa bantu apa, Bidadariku?” Sambil memeluknya dari belakang. Ketika kau cicipi makanannya kau bersyukur, “Alhamdulillah, nikmat sekali makanan surga ini.” Ketika ia berbuat salah kau berbisik lembut, “Bidadariku, ntar Allah marah loh, sini aku peluk, abis itu kita mohon ampun pada Allah…” Ketika pemikiran kalian tak sejalan, dengan bijaknya kau berkata, “Maha Besar Allah, menyatukan dua insan yang berbeda, tapi tetap satu, yaitu kita…”
Wanita yang menjadikanmu semangat bekerja untuk menyejahterakan hidupnya. Mempercayakan dia mengandung, melahirkan, dan mendidik anak-anakmu.Selalu kau bimbing ke surga penuh nikmat Allah. Kemudian, ketika ia mendahuluimu kembali kepada Yang Kuasa, kau ikhlaskan perpisahan sejenak itu seraya berdoa pada Sang Khaliq, “Ya Allah pertemukan kami kembali dalam surga-Mu kelak”.
Aamiin…Dan semoga wanita yang dimaksud itu adalah aku… Bidadari Bermata Jelimu. Aamiin…
Semoga Allah Swt., berkenan menunjukkan yang terbaik bagiku dan bagimu. Bila memang kita berjodoh, semoga kau menemukan sosok “akhwat itu” dalam diriku dan kau adalah ikhwan baik yang menemukan sosok “akhwat itu” dalam diriku. Aku pun menemukan sosok ikhwan baik itu dalam dirimu. Aamiin.
Pun demikian, semoga aku juga bisa menjadi istri idaman beliau…
Ya Rahman,
aku mohon jadikan aku istri,
yang baik hatinya,
yang lembut menyayanginya,
yang bersih pikiran dan tubuhku,
yang mengurusnya dengan kesabaran,
yang menyemangatinya saat beliau galau,
yang tawaku melambungkan jiwa beliau,
yang wajahku membuat beliau tak mau mendosa,
yang menjadikan wibawa beliau cemerlang,
yang menyebabkan suburnya rezeki besar,
yang menjadikan beliau pembesar kehidupan,
yang menghadiahi beliau anak-anak yang sehat, cerdas, dan lucu;
yang mengurus dan membesarkan keluarga beliau,
yang menjadi perhiasan terindah dalam hidup beliau,
yang pengabdiannya bagi kebahagiaanku menjadikanku
akhwat yang sejati dan abdi-Mu yang terkasih.

Aamiin

Ya Allah, jikalau beliau adalah seseorang yang Engkau siapkan untukku, hamba mohon dengan sangat.. Jadikanlah beliau ikhwan salih yang menyayangi istrinya hanya karena Engkau, yang baik hatinya & menyayangi keluarga, yang saling menjaga dalam kebaikan & ketaatan kepada-Mu. Ya Rab… Sang Maharahman, Engkaulah pemilik hati-hati ini, kumpulkanlah kami pada golongan orang-orang yang hatinya senantiasa berdzikir kepada-Mu, yang saling menyayangi & mencintai karena-Mu, yang hanya selalu berharap rido-Mu. Aamiin…

Advertisements

Rayuan Seorang Guru Bahasa Arab pada Istrinya

love qur'an

✔ Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

✔ Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada.

✔ Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang.

✔ Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

✔ Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain melebur jadi satu.

✔ Cintaku padamu seperti Mad Lazim. Paling panjang di antara yang lainnya.

✔ Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro. Terpantul-pantul dengan keras.

✔ Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.

✔ Sayangku padamu seperti Mad Thobi’I dalam quran. Buanyaaakkk beneerrrrr.

✔ Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya, cuma berdua, Lam dan Ro’.

✔ Layaknya Waqaf Mu’annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya, dia atau aku ?

✔ Meski perhatianku ga terlihat kaya Alif Lam Syamsiah, cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas.

✔ Dik, kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain. Perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.

✔ Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat.

✔ Sama halnya dengan Mad ‘Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

✔ Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di fikiranku.

✔ Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.

✔ Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridlisukun.

164386_169961519707033_100000795592771_305449_5008350_n