Rumah Istimewa No. 18

(Parahyangan, 26 Oktober 2008/ 07:20)

Ini adalah rumah tempatku biasa bercengkrama dengan keluargaku sehari-hari. Rumah yang dengan sesuka hati bisa kusebut apa saja seperti villa, graha, wisma ataupun surga. Dan pada detik awal hingga terakhir, rumah ini pun menjadi surga untuk kami semua.

Rumah ini memiliki tekstur bangun, letak, ruang, dan warna yang begitu unik.

Rumah bertingkat tiga ini sangat luas, corak bangunannya perpaduan antara klasik minimalis dan modern. Coba lihat! Ada ruang tamu, kamar tamu, ruang santai keluarga, 5 kamar tidur dengan kamar mandi di dalamnya, ruang imajinasi yang di sisi kanannya menyatu dengan ruang salat berjamaah, ada dapur, ruang makan, dan 3 kamar mandi untuk tamu. Oya, mengenai ruang salat menurutku inilah yang paling istimewa, sebab pemasangan kaca yang cerah bisa menembuskan pandang langsung ke halaman samping rumah yang penuh dengan pepohonan hijau, penuh bebungaan, dan rerumputan segar.

Selanjutnya, letak rumah ini amat strategis, menurutku. Tidak terlalu dekat dengan jalan raya, tapi ramai penduduk juga. Tinggal berjalan kira-kira 7 langkah kaki maka akan kau temukan jalan raya membentang di sana. Hmm, tentang warna, semua cat yang menghiasi rumahku ini adalah hijau pupus yang memberi kesan lembut. Mulai dari luar-dalam hingga bagian depan-belakang, bisa dilihat warna semacam.  Santai, damai, segar, tentram, dan menyejukkan.

Belum lagi jika kau lihat pemandangan yang ada di sekeliling rumahku ini. Di bagian depan terdapat taman rupa-rupa puspa, seperti mawar, melati, bunga kertas, dahlia, dan pacar tingkat yang berwarna-warni. Di samping kiri tumbuh beraneka tanaman apotek hidup yang lengkap, setidaknya menurut teman-teman dan tetanggaku. Sementara di bagian belakang, ada kolam renang yang biru airnya merayu untuk lekas-lekas menceburkan diri ke sana. Selain itu, ada juga ladang yang dari tanahnya terhujam kokoh barisan pohonan jeruk, apel, dan mangga. Rumahku memang dipagari tembok batako meski kelihatannya tak terlalu menjulang, pagar tersebut mampu melindungi keamanannya dari orang-orang usil.

Aku paling suka ketika hujan tumpah membasahi kaki bumi. Hujan yang membujuk rupa-rupa bunga kembali mekar penuh kesegaran esok harinya. Betapa romantisnya itu! Hujan yang mencumbu berbagai pohon untuk meranumkan bebuahannya. Sungguh, ini akan membuai mata dengan tiada kira! Hujan perhujan yang membuatku lupa untuk kembali menyinggung panas kerontang di silam hari sebelumnya. Menurutku, biarlah iman yang berbicara di sini. Biar syukur yang tersisa sampai rindu hadir lalu menatap keindahan semua.

Intinya, setiap sendi selalu membuatku urung untuk jauh-jauh dari tempat istimewa ini, apalagi ketika tak ada kegiatan yang menuntutku untuk sibuk di luar rumah. Kalaupun ada amanah yang mengutusku untuk itu, aku tetap selalu berusaha memenuhi dan menjalankannya dengan riang hati. Ya, tentu saja aku harus selalu menciptakan hari-hariku menjadi penuh kebahagian, bukan?

Inilah rumah masa depan yang aku inginkan. Rumah sebagaimana yang terletak di pulau Jizhou, salah satu pulau di negara Korea. Aku memilihnya karena tipe demikian ‘gue banget’!

Karena rumah istimewaku ini bernama Rumah Istimewa No. 18 yang tertulis pada tanggal yang bisa dilihat sendiri di atas semua tertulis pada tahun 2008. ini artinya sejak lima tahun yang lalu, rumah seperti ini sudah tergambar jelas di pikiranku. Dan kini…. Rumah ini tertulis secara spesifik di urutan ke-18 resolusi 2013 milikku.

18. Memiliki rumah pribadi impian (Rumah lantai satu, halaman luas, taman bunga indah nuansa taman Jepang, halam belakang kebun jeruk dan apel seperti rumah di Pulau Jizhou Korea, nyaman, indah, sejuk luar-dalam, semua fasilitas lengkap-klasik-modern-tertata apik, ventilasi udara baik, ventilasi cahaya istimewa, kamar tidur luas—ada kamar mandi di dalam setiap kamar, kamar mandi untuk tamu 3 oke semua (kamar mandi keramik dan cat biru cerah), bangunan kuat, homy, hangat, ada tujuh kamar pribadi, dua kamar tamu, ruang tamu luas bernuansa Korea-natural green, keramik hijau semua ruangan, terjaga, terawat, tidak bocor, dan tidak terkena banjir.

Secara folosofis rumah rujukan ini adalah merujuk surat At-Taubah ayat 9 (karena 18 berarti 1+8=9, maka angka 9 menjadi angka sempurna yang selama ini aku sukai. At-Taubah juga adalah surat  urutan ke-9 di dalam Al-Qur’an dan pada ayatnya yang ke-18 bunyinya indah sekali.

Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap)  melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada apa pun, kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.

Semoga kami yang memilih dan meninggali rumah ini menjadi generasi pemakmur masjid sebagaimana yang Allah harapkan dalam kitab-Nya. Aamiin.

 

Pangkal Perjuangan, 29 Maret 2013

12.20

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s