Welcome To The Black Event

25 Februari 2013

Aha! Ini cerita yang menarik. Tentang mati listrik. 

Aku merasakan saat ini aku bagai zat radioaktif yang memerlukan selang waktu untuk berkurang menjadi separuh. Waktu paro. Mati lampu membuat massa semangatku untuk menulis menjadi berkurang karena atom-atom zat radioaktif di luar diriku tidak stabil. Tidak ada cahaya lampu otomatis membuat aku spontan mengubah bermacam-macam target tulisan yang akan aku bakukan malam ini  menjadi bermacam-macam ide berbeda yang aku atur untuk lebih stabil. 

Bukan aku ingin mengeluh. Cuma tanpa sengaja saja sudah merenungkan teka-teki kecil di dalam telatah pikiranku. Mengapa malam ini listriknya tidak tetap menyala saja? Kesetiaan dan konsistensi menulisku kan jadi bisa berjalan stabil. Dan aku tak perlu melayangkan pertanyaan kecil itu di dasar otakku, kan? Efek dari mati listrik itu kadang-kadang membuat aku jadi mudah menguap. Kadang-kadang aku suka merasa takut sendiri, aku tidak mau semangatku untuk menuangkan pikiran dan perasaanku menjadi turut menguap. Itu akan sangat menggalaukan tiada kira, kupikir.

White! Yang dalam bahasa Indo-Eropa berarti ‘putih’ atau ‘terang’, aku rindu cahaya itu. Malam ini aku begitu kangen sepotong cahaya terang. Pertama, aku kangen pijar lampu. Kedua, aku kangen pendar cahaya. Ketiga, aku kangen leluasa bergerak dalam terangnya energi ballast yang memancar. 

Aku tidak mau bersembunyi di dalam ruang kegelapan. Meski sesekali tindakan seperti itu cukup diperlukan. Tapi cukup saja, aku tidak mau kegelapan yang lebih banyak.

Aku ingin menghimpun energi cahaya dari segala penjuru. Aku mau jadi cahayaku. Aku rindu menjadi cahayamu. Dengan mau tahu lebih banyak. Dengan mendengar lebih banyak. Dengan mengamati lebih banyak. Dengan menuangkan pikiran, perasaan, dan analisis ilmiah dan kebahasaan yang lebih banyak. 

Tapi coba deh, malam ini gak jadi mati listrik…. Aku mungkin tidak akan pernah terpikir untuk menuliskan hal ini. Betapa inginnya aku menjadi cahayaku. Cahayamu. Cahaya untuk Indonesia. Cahaya pemimpin. Cahaya untuk Islam yang telah membuat aku bercahaya….

Baiklah. Selamat datang mati listrik. Darkness! Welcome to the black event. Break little bit moment… Sampai jumpa lagi cahaya listrik. Kutunggu hadirmu pendar lampu.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s